International News

Monday, March 16, 2009

SOUND LIGHT VISUAL EXPO Memulai Debutnya Di Malaysia

Sebuah ajang baru berjudul Sound Light Visual akan menggelar pameran perdananya pada bulan Juli 2009 di Genting International Convention Centre, satu jam dari Kuala Lumpur. Diorganisir oleh UnUsUaL Exhibition Services Pte Ltd, bagian dari grup perusahaan UnUsUaL di Singapore dan didukung oleh Genting International, Sound Light Visual akan berlangsung mulai 29-31 Juli, 2009.


Perbedaan pameran ini dengan ajang-ajang lain yang sama-sama membidik pasar Asia tenggara adalah fokus pameran yang terpusat kepada pengembangan pengetahuan teknologi bagi industri-industri terkait. Johnny Ong, managing director dari grup perusahaan UnUsUaL, berkomentar: “Kami akan mengusung pembicara spesial untuk berbagi pengetahuan bagi kawasan industri Asia tenggara. Para pelaku industri akan dapat menyimak seminar-seminar serta workshop yang mendukung kinerja profesional mereka. Sekian lama kami menyadari bahwa ajang-ajang lain masih belum menyentuh perbaikan pengetahuan dalam industri-industri. Sound Light Visual Exhibition maka dari itu akan segera memenuhi kekurangan tersebut.”

UnUsUaL juga berambisi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari berbagai kalangan pasar, khususnya dari bidang perhotelan, organisator-organisator acara, dan dunia hiburan. “Adanya pendekatan secara holistik terhadap pameran ini adalah satu tujuan kami. Kami berharap para pengunjung dapat merambah pengetahuan dan teknologi baru, memperluas pemahaman mereka melalui seminar dan workshop serta mengembangkan jaringan bisnis. Dari segi ekshibitor, kami menginginkan mereka tak hanya mencapai target untuk berinteraksi dengan para pelaku industri terkait namun juga dengan para klien yang menjadi sandaran atas keberlangsungan usaha industri mereka,” ungkap Johnny.

Genting International Convention Centre memiliki akses masuk lewat darat atau air dan menawarkan semua kebutuhan dalam mempersiapkan sebuah pagelaran, meliputi peralatan audio-visual terbaru, akses Wi-Fi, serta teknologi mutakhir lainnya. Disediakan pula kamar-kamar hotel yang mempunyai kisaran harga beragam sekaligus tempat makan dan hiburan. Transportasi ke arah kota Kuala Lumpur juga mudah ditemukan. Detail lebih lanjut mengenai pameran ini akan segera diinformasikan. (e-tech asia)

Read more »»»

Saturday, March 14, 2009

Java Jazz 2009 - Ajang Besar, Tapi Tak Nyaman

Ruwet, kisruh, dan kurang nyaman. Begitu komentar para penikmat musik yang baru pertama kali datang ke ajang Java Jazz Festival 2009. Tempat yang terlalu kecil, namun diisi dengan begitu banyak pertunjukan, boleh jadi menjadi penyebab komentar tersebut muncul.

Ini memang bukan kesalahan dari panitia semata. Maklum, meski memang berharap penonton yang datang banyak, toh memang barangkali tidak pernah disangka membludak seperti sekarang.

Rata-rata perhari dalam ajang yang digelar sejak Jumat (6/3) itu didatangi lebih dari 20.000 orang, naik dari tahun lalu yang dalam tiga hari total penonton kurang dari 50.000 orang.

Akses pintu masuk, baik ke lokasi Jakarta Convention Centre, maupun ke venue konser, utamanya yang besar seperti Plenarry Hall atau Assembly Hall membuat penonton harus rela antre panjang.

Mereka harus berlelah-lelah demi menyaksikan artis pujaan mereka. Ini belum ditambah bagi pengendara mobil yang harus berjuang demi mendapatkan tempat parkir. Banyak yang harus berjalan kaki cukup jauh karena mendapat parkir yang jauh dari lokasi acara. Bahkan, ada yang harus menyambung dengan ojek karena mobil di parkir di gedung di sekitar lokasi, seperti Plaza Senayan, Hotel Century, dan beberapa lokasi lainnya.

Di dalam JCC, pun penonton harus berjuang untuk berjalan antara satu panggung dengan panggung lainnya. Hal ini disadari oleh panitia yang berniat akan memindahkan venue Java Jazz Festival 2010 yang akan diadakan di arena Pekan raya Jakarta, Kemayoran yang memang memiliki venue lebih luas, dengan dukungan arena parkir yang tidak kalah luasnya.

"Yah, kami menyadari memang di sini tempatnya memang tidak memadai lagi. Karenanya, tahun depan kami akan pindah ke Kemayoran. Mudah-mudahan di sana penonton akan lebih nyaman menikmati sajian musik yang kami adakan," ungkap Eki Purwadiredja, dari panitia Java Jazz Festival.

Membludaknya penonton boleh jadi karena memang para penampil dalam ajang festival jazz ini semakin beraneka. Maklum, sajian musik yang digelar memang tak sepenuhnya menyajikan musik jazz standar, yang selama ini dikenal rumit dan hanya dinikmati kalangan terbatas saja.

Ibarat pasar malam, kita memang disuguhi berbagai sajian yang bisa dipilih sesuai dengan selera. Ada jazz standar, ada yang perpaduan dengan musik modern lain yang rada ngepop, ada yang ngepop, ada yang bernuansa etnik, dan lainnya. Ini yang unik dari ajang musik ini.

Dengan predikat festival jazz, sajian musik yang beraneka ragam memang membawa konsekuensi mendapat pertanyaan orang. Kok yang disajikan kebanyakan musik pop, bukan jazz?

"Inilah uniknya festival ini. Lagian namanya kan festival, jadi ya musik jenis apapun bisa tampil di sini," ungkap Peter Gontha, chairman Java Jazz Festival.

Keunikan inilah salah satu kunci kesuksesan event musik berkelas dunia ini. Bisa dibilang, penyelenggaraan festival ini selalu disesaki penonton keseluruhannya. Menurut panitia, tahun silam setidaknya acara yang mengusung 300 musisi dan kelompok musik jazz itu telah mencatat lebih dari 40.000 pengunjung. (inilah.com)

Read more »»»

How to DJ: Episode 1 - Entering the Scene With Sarah Main (Part 2 of 5)

We’re back with Pacha DJ Sarah Main at her villa in Ibiza for another instalment of How to DJ. Remember, this episode is all about helping those who are starting out and focuses on the fundamentals of DJing; things only get truly tricky in Episodes 2 & 3, when Phil K and James Zabiela show off more advanced tweakin’!

After covering such topics as music monitoring and beatmixing, here Sarah returns to fill us in on the best way to cue up tracks in the mix. This is done by learning to recognise the structure of music and by drawing upon the beat/bar/phrase counting techniques outlined in Part 1 (4 beats in a bar, 8 bars in a phrase etc).

Sarah also explains auto-cueing, the creation of cue points, and the ‘correct and adjust’ mixing technique. (DJSounds)


Read more »»»

Thursday, March 12, 2009

SCHECTER LIMITED EDITION COLLECTION 2009

SCHECTER LIMITED EDITION COLLECTION 2009

Get It NOW.......

Read more »»»

Friday, March 6, 2009

Java Jazz 2009, Tak Hanya Diramaikan Musisi Jazz

Jakarta International Java Jazz Festival 2009 yang dihelat pada 6,7,8 Maret 2009, tak cuma diramaikan musisi jazz saja. Buktinya, Slank akan tampil.


"Tidak semua musisi yang datang ini beraliran jazz. Musik jazz bisa mengakar ke mana-mana. Dia bisa menyerupai aliran hip hop atau RnB. Itulah latar belakang kita memanggil para musisi kelas dunia yang alirannya tak murni jazz. Bahkan, untuk artis lokal seperti Slank juga akan tampil dan musisi lokal lainnya," beber penggagas dan chairman Java Jazz, Peter F Gonta.

Memang, pada gelaran acara jazz terbesar di dunia ini, banyak musisi jazz asing yang datang. Kata Peter, ini membuktikan Indonesia sudah dianggap oleh musisi dunia.

"Tentu ini pencapaian positif bagi musik Indonesia dan jelas makin memperkaya Java Jazz. Musik jazz sudah bisa diterima orang banyak. Jadi, demam jazz akan melanda Indonesia saat ini," jelasnya.

Java Jazz kembali mendapat dukungan dan sponsor dari Departemen Perdagangan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Yang menarik dari acara ini, akan ada Bike to Java Jazz. Seluruh artis pada hari kedua acara akan naik sepeda menuju Pantai Indah Kapuk untuk menanam pohon.

"Kita akan sediakan area parkir untuk penonton yang menggunakan sepeda," tandasnya. (okezone)

Read more »»»