International News

Thursday, February 19, 2009

How to DJ: Episode 1 - Entering the Scene With Sarah Main

DJsounds brings you exclusive access to a new series of video tutorials
produced by Ministry of Sound TV and DJdownload.com giving a comprehensive
guide to DJ’ing from the very basics through to advanced techniques.


This hot new series features international DJs Sarah Main at home in Ibiza
(Episode 1) followed by the Jedi DJs – Phil K (Episode 2) and James Zabiela
(Episode 3).

For Episode 1, Part 1, Sarah Main has the 400 series set up in her villa and talks us through the basic skills you need to get started as a DJ, step by step.

So hit play to find out more, from entering the scene to setting up your DJ kit, accessing different audio formats, and the basic principles of mixing (music monitoring using headphones, beatmixing through counting beats, bars and phrases, and so on).



Look out for parts 2-5 with Sarah Main, coming soon to DJsounds.

Read more »»»

Tuesday, February 17, 2009

Tapco Link.USB Audio Interface

Tapco, sebuah merek terkenal yang merupakan anak perusahaan Mackie, memperkenalkan produk terjangkau untuk rekaman audio dari mixer, speaker monitor dan sekarang portable audio dengan antarmuka USB, Link.USB.


Link.USB yang dilengkapi dengan perangkat 24-bit/96k rekaman yang dibekali listrik melalui konektor USB (bus-powered) dan bahkan diberikan phantom power untuk kondensator microphone. Dengan fitur USB power, maka kita tidak perlu lagi mencari stop-kontak ketika sedang recording di outdoor sehingga meminimalkan penggunaan kabel dan portabilitas.

Bahkan lebih baik, ketika interfacenya mendukung 2 mic preamp yang berkualitas tinggi, dengan XLR dan 1/4" combo mic/line/instrumen input jack, balanced 1/4" low latency monitor output, sebuah stereo headphone output ditambah lagi kontroler volume yang terpisah antara mix dan monitor. Anda mendapatkan perangkat yang benar-benar dirancang dengan baik, sangat fungsional, dan portabel.

Ketika ingin merekam hal-hal kecil di luar ruangan, cukup melakukan hal simpel ini: Bawa keluar laptop, sambungkan koneksi USB, dan jalankan software recording anda, colokkan microphone, atur volume level dan anda siap merekam, dengan DAT recorder, power unit, stereo mic preamp, dan fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan ke dalam sebuah ransel saja.

Tidak ada driver yang diperlukan untuk perangkat ini dengan Apple Mac OS X maupun Windows. Benar-benar "Plug-n-play". The Link.USB bahkan memiliki Kensington Security Slot untuk membantu mencegah pencurian seperti yang ada pada Laptop.

Link.USB datang dengan Tracktion 2 Software Produksi Musik dengan Dynamic Suite plug-in dan Final Mix CD Mastering plug-in dari Mackie. Software ini merupakan salah satu software recording yang mudah digunakan dan penuh fungsi-fungsi yang menarik.


The Link.USB dibalut dengan casing campuran plastik dan karet dengan ukuran sekitar 2"x8". Anda dapat meletakkannya di meja dan casing karetnya akan menjaga dari pergeseran atau jatuh. Dan anda juga bisa meletakkan secara vertical dan mengeluarkan "putaran kaki" yang berdiri di atas sisi. Pegangan besi berwarna chrome membantu melindungi knob jika terjatuh atau patah karena terjepit jika disimpan didalam tas. (appleproaudio)

Read more »»»

Friday, February 13, 2009

Shure me-razia wholesale outlet dan gudang di Cina dan menyita lebih dari 8.500 produk palsu

Shure Incorporated mengumumkan bahwa mereka telah menangkap dan menggagalkan pemalsuan produk Shure dengan kerjasama erat dengan pihak berwenang di Cina. Investigasi yang dilakukan oleh shure di Futian District, Shenzhen, di China Daratan yang menyebabkan penggerebekan oleh Perindustrian dan Administrasi Niaga Shenzen (AIC) di toko grosir Sanze Elektronik, Zhongdian Elektronics and Technology Building, Huaqiang Road dan beberapa gudang lainnya.


"Pemalsuan bukan hanya masalah untuk shure," kata Sandy LaMantia, Presiden dan CEO Shure Inc. "Ini adalah masalah yang serius terhadap seluruh industri. Setiap merek profesional audio dan elektronik juga beresiko karena kegiatan kriminal ini. Shure terus bekerja sama dengan merek lain dan bersama dalam tindakan kriminal dan penuntutan di Cina untuk memberantas kegiatan ilegal ini."

"Para pemalsu bersaing untuk memanfaatkan nilai dari sebuah nama shure," tambah Anita Man, Managing Director Shure Inc. Asia di Hong Kong. "Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa sejumlah besar produk yang dirazia selama di Shenzhen, terdiri dari merek dan tipe yang bahkan tidak ada dalam produk katalog shure. Produk ini pasti palsu dan sama sekali tidak menyerupai produk kami. "

Barang yang disita selama penegakan ini termasuk 8.500 pasang earphone palsu shure dan beberapa merek dagang lainnya. Hukuman yang dikenakan Shenzhen AIC kepada wholesale outlet palsu ini termasuk penyitaan semua alat dan semua outletnya segera berhenti dari segala kegiatan operasi juga pengenaan denda sebesar 30.000 RMB. Hukuman terhadap gudang produk ini akan ditentukan pada bulan Februari ini.

"Kami sangat berkomitmen untuk melindungi produk kami dan memastikan bahwa konsumen menerima produk asli shure setiap kali mereka membeli produk yang berkaitan dengan merek shure," tandas LaMantia. "Sebagai produsen, kami tidak ingin merek dagang kami muncul pada kualitas kopian yang diproduksi secara ilegal oleh individu tersebut dan kami akan melakukan tindakan hukum dalam melindungi kepentingan konsumen kami."

Shure mendorong para pelanggan untuk membeli produk shure hanya dari dealer resmi shure. Dealer ini dapat ditemukan dalam bagian "Where to Buy" di www.shure.com. "Pelanggan harus mencurigakan setiap produk yang melalui 'Pabrik langsung' dan harga rendah," kata LaMantia. "Walaupun penawaran ini ditemukan di gerai ritel atau online, pelanggan kami harus mengetahui bahwa jika sesuatu yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan mungkin adalah .... palsu."

Selain dukungan kuat dan upaya anti-pemalsuan di Cina, Shure juga telah berhasil menemukan dan menghentikan pelanggaran hak kekayaan intelektual di bagian lain di Asia, Eropa, Amerika Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Serikat. (shure)

Read more »»»

Monday, February 9, 2009

Audix Limited Edition Camo Series

Untuk memulai tahun baru dengan penuh gaya, Audix telah meluncurkan rangkaian seri microphone yang didesain khusus, "AUDIX Limited Edition - CAMO Series". Desainnya sendiri bercorak seperti gaya militer dengan warna-warna yang menarik. Yang pertama dari model ini tersedia dalam lima desain yang menarik, yaitu : Winter Camo, Desert Camo, Jungle Camo, dan Pink Camo. Desain ini akan tersedia untuk model OM2 mikrofon dan i-5.


"Ide dari desain Camo merupakan kerja keras dari dulu hingga sekarang dan akhirnya telah disempurnakan!" kata Cliff Castle, Vice President bagian penjualan dari Audix. "Ini bukan hanya tampilan dan desain yang bagus, hasil teknik yang sempurna, tetapi juga merupakan produk yang tahan lama. Ini merupakan cara yang hebat untuk memulai tahun baru serta merupakan penghargaan kepada kami dan orang-orang yang menggunakan produk Audix."


Pink Camo sendiri telah muncul di serial televisi Hannah Montana di tangan Miley Cyrus dan Miley sendiri menyukai microphone dengan corak pink ini. Harga mic ini adalah sekitar $149 untuk OM2 dan $179 untuk I-5. Audix berencana mendistribusikan mic ini sekitar musim panas 2009. (audixusa.com)

Read more »»»

Tuesday, February 3, 2009

Profil Prisa Rianzi

Mendapatkan ketenaran sebagai cewek yang bisa memainkan gitar berkarakter rock bisa dihitung jari jumlahnya di Tanah Air. Dan fakta itu sudah cukup membanggakan. Tapi buat gitaris belia seperti Prisa Rianzi yang baru seumur jagung menekuni gitar, target yang ingin dicapai tidak cuma sampai di situ. Baginya, gitar hanyalah sebuah instrument yang tak akan bisa menghasilkan apa-apa tanpa inisiatif kreatif dari pemegangnya.

Prisa yang kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini mulai melirik gitar secara serius ketika duduk di bangku SMU. Sebelumnya, ia sempat menekuni piano yang telah memberinya bekal kemampuan membaca not. Gitar sendiri dipelajarinya secara otodidak lewat majalah-majalah kord, memelototi buku pelajaran gitar akustik sampai mengulik lagu-lagu rock lewat tab. Selang 17 tahun berlalu, dia mulai tertarik gaya distorsi metal dan menjadi pengagum John Mayer dengan memakai gitar kesukaannya 'Jackson'.

Beberapa lagu yang sempat di 'uji-coba' seperti lagu milik Killswitch Engage, Trivium, God Forbid, Lamb of God, As I Lay Dying hingga Avenged Sevenfold. Semangat metalnya itu lantas sempat tersalur di dua band yang pernah dihuninya, Zala dan Deadsquad. Kemampuan bermain gitarnya semakin solid setelah sempat menjadi bintang tamu di beberapa penampilan panggung band papan atas seperti Edane, Sheila On 7, Samsons dan The Titans. Kemudian juga ikut berduet dengan J-Rocks dalam single 'Kau Curi Lagi' yang cukup terkenal.

Berduet dengan J-Rocks membuatnya lebih percaya diri untuk mengeluarkan album pertamanya dengan namanya sendiri 'Prisa'. Saat penggarapan rekamannya, Prisa menggandeng gitaris dan produser andal, Denny Chasmala untuk membantu pengolahan dan pematangan lagu-lagunya. Selain itu, di beberapa lagunya, Prisa juga mendapat uluran bantuan dari Fajar 'Alexa', Tiok 'Sabila' dan Ricky 'Seringai'.

Prisa merasa puas dengan albumnya ini, kendati sebenarnya belum menggambarkan dirinya secara utuh. Maklum, Prisa awalnya dikenal sebagai gitaris yang kental dengan corak metal. Rencananya, setelah masa promo albumnya selesai, Prisa bakal mengeluarkan mini album bersama band metalnya yang pernah menjadi pembuka konser Walls of Jericho di Jakarta, Vendetta. Selain itu, ia juga berencana mengeluarkan mini album solo beraliran folk. (gitarplus)

Read more »»»